Pendidikan Agama bagi Waria Melalui Pesantren : Kasus Pesantren Waria Al-Fatah Senin-Kamis Yogyakarta

Sri Salmah

Abstract


Sebelumnya masyarakat mempunyai persepsi bahwa dunia waria adalah dunia kelam, negative, mengganggu lingkungan, masyarakat belum dapat menerima keberadaan waria sehingga tidak pernah membuka peluang, namun dengan dibukanya pondok pesantren waria dengan dibacakan ayat-ayat suci Al-Quran menyentuh hati orang yang mendengar, mereka juga melaksanakan ibadah sholat, puasa, ngaji, dan amalan-amalan lainnya dilaksanakan. ustad menanamkan 2 (dua) sifat utama pondok pesantren: sabar lan nrimo dan sregep petel anggone makaryo kanti halal. dengan penghayatan agama melalui pondok diharapkan para waria mulai terbuka kehidupannya melalui jalan yang benar dan diridhoi Allah.

Keywords


pendidikan agama; pesantren waria

Full Text:

PDF


DOI: http://dx.doi.org/10.32729/edukasi.v8i1.113

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


 Creative Commons License

Indexed by:

  Open Archives Initiative  Find in a library with WorldCat