PERGURUAN DINIYYAH PUTRI LAMPUNG: PESANTREN PENCETAK PENDIDIK PEREMPUAN

Jejen Musfah, A Musthofa Asrori

Abstract


Abstract


The presence of Pesantren for women in Indonesia is nothing new as, since tens of years ago, Islamic boarding schools for women have their own share in the society. Besides having peculiarities, Islamic boarding school for women is certainly capable of preparing the younger generation of educators in the future. Diniyah Putri Lampung (DPL) can be considered the only female Islamic boarding school that has a plus in education in this region. In addition to equipping students with the academic knowledge, it also prepares them with a number of practical knowledge which would be useful when they get married. Through
qualitative research, it was found that Diniyah Putri Lampung was founded by some public figures of Lampung who care about education. They sent some young women to study at Diniyah Putri in Padang Panjang, West Sumatera, to study. It can be concluded that DPL is a “copy” of Diniyah Putri in Padang Panjang in terms of education, cadre preparation, and curriculum.

 

Abstrak


Kehadiran pesantren putri di indonesia bukan fenomena baru. Sejak puluhan tahun silam, pesantren yang hanya khusus mendidik perempuan ini memiliki andil tersendiri bagi masyarakat. selain memiliki kekhasan, pesantren putri tentu tak kalah dalam menyiapkan generasi muda pendidik di masa mendatang. Diniyah Putri Lampung (DPL) bisa disebut satu-satunya pesantren putri yang memiliki nilai plus dalam pendidikan di wilayah ini. selain membekali santri dengan ilmu akademis, juga menyiapkan mereka dengan sejumlah ilmu praktis sebagai calon ibu rumah tangga. melalui penelitian kualitatif, ditemukan bahwa diniyah putri lampung didirikan oleh beberapa tokoh masyarakat lampung yang peduli pendidikan. mereka mengirimkan beberapa remaja putri untuk belajar di diniyah putri padang panjang, sumatera barat, untuk belajar. bisa disimpulkan bahwa dpl merupakan “fotokopi” diniyah putri padang panjang dalam pendidikan, pengkaderan, dan kurikulumnya.


Keywords


Pesantren; educator; female Islamic boarding school students; pesantren; pendidik; santri putri

Full Text:

PDF

References


Bakar, Noor Rahamah Abu (2006): “Pendidikan dan Segregasi Pekerjaan Mengikut Gender.” Akademika, 67, Januari: 53-75.

Department of Mental Health WHO (1999): Mental Health Promotion; Partners In Life Skills Educaion. Geneva: World Health Organization.

Gardner, Howard (1998): Multiple Intelligences. New York: Basicbooks.

Gardner, Howard (2011): The Theory Of Multiple Intelligences: As Psychology, As Education, As Social Science.

Gayatri, Fitri (2008): Faktor dan Dampak Ketimpangan Pendidikan; Pendidikan dalam Kehidupan Perempuan. Skripsi, Prodi Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat Fakultas Pertanian IPB. Bogor.

Hanbury, C. (2008): The Life Skills Hanbook; An Active Learning Handbook for Working With Children and Young People. Www.Lifeskillshandbooks.Com. Diunduh Pada Mei 2014.

Jailani, M. Syahran (2014): “Teori Pendidikan Keluarga dan Tanggung Jawab Orang Tua dalam Pendidikan Anak Usia Dini.” Nadwa: Jurnal Pendidikan Islam, vol. 8, nomor 2, Oktober: 245-260.

Khotimah, Khusnul (2008): “Diskriminasi Gender Terhadap Perempuan dalam Sektor Pekerjaan.” Jurnal Studi Gender dan Anak, Volume 4, No. 1, Januari-Juni: 158-180.

Khotimah, Khusnul (2008): “Urgensi Kurikulum Gender dalam Pendidikan.” Insania, Vo. 13, September-Desember: 420-533.

Mawardi, Kholid (2008): “Madrasah Banat: Potret Pendidikan Anak Perempuan NU Masa Kolonial Belanda.” Jurnal Studi Gender dan Anak, Volume 3, No. 2, Juli-Desember: 239-254.

Murtadho, Muhamad (2017): Madrasah dan Globalisasi Pendidikan. Jakarta, Puslitbang Penda Kemenag RI.

Natasha, Harum (2013): “Ketidakutamaan Gender Bidang Pendidikan: Faktor Penyebab, Dampak, dan Solusi.” Marwah, Vol. XII, No. 1, Juni: 53-64.

Nurudin (2017): Madrasah dan Otonomi Pendidikan; Analisis Kebijakan Pendidikan. Jakarta, Puslitbang Penda Kemenag RI.

Nuryoto, Sartini (1998): “Perbedaan Prestasi Akademik Antara Laki-Laki dan Perempuan.” Jurnal Psikologi, No. 2: 16-24.

Pawitasari, Erma (2015): “Pendidikan Khusus Perempuan; Antara Kesetaraan Gender dan Islam.” Tsaqafah: Jurnal Peradaban Islam, Vol. II, No. 2, November: 249-272.

Razak, Ratna Roshida Abd., dan Hussain, Nik Haslinda Nik (2007): “Peranan Institusi Keluarga dalam Penjanaan Bangsa Bertamadun.” Jurnal Kemanusiaan, bil. 9, Jun:73-82.

Sukaimi, Syafi’ah (2013): “Peran Orang Tua dalam Pembentukan Kepribadian Anak: Tinjauan Psikologi Perkembangan Islam.” Marwah, vol. XII, No. 1 Juni: 81-90.

Towaf, Siti Malikhah (2008): “Peran Perempuan, Wawasan Gender dan Implikasinya Terhadap Pendidikan Di Pesantren.” Jurnal Ilmu Pendidikan, Jilid 15, Nomor 3, Oktober: 140-149.

Veenema, S. And Gardner, Howard (1996): Multimedia And Multiple Intelligences. The American Prospect, November-December.

Widodo, Wahyu (2006): “Analisis Situasi Pendidikan Berwawasan Gender di Provinsi Jawa Timur.” Jurnal Humanity, Volume I, Nomor 2, Maret: 122-128.

Zaduqisti, Esti (2009): “Stereotype Peran Gender bagi Pendidikan Anak.” Muwazah, Vol. I, Januari-Juni: 73-82.




DOI: http://dx.doi.org/10.32729/edukasi.v15i2.450

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


 Creative Commons License

Indexed by:

  Open Archives Initiative  Find in a library with WorldCat