PEMBINAAN KEAGAMAAN ANAK DI LEMBAGA PEMASYARAKATAN DI KABUPATEN BULUKUMBA DAN BANTAENG

Abdul Rahman Asryad

Abstract


Penelitian dilaksanakan di Lapas Bulukumba dan Rutan Bantaeng dengan menggunakan metode Kualitatif dengan tujuan mengungkap dan menggambarkan proses, dampak perilaku, pendukung dan penghambat terhadap pembinaan keagamaan bagi warga binaan pemasyarakatan (WBP). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembinaan keagamaan dilaksanakan secara integrasi yang dilaksanakan di masjid dan ruang keterampilan dengan menggunakan metode asisitensi (kaderisasi) yang fokus pada fiqh (shalat) dan baca tulis qur’an (BTQ) secara terpisah antara WBP pria dan wanita. Peran Organisasi Keagamaan (Wahdah) dan warga binaan pemasyarakatan (WBP) sangat membantu pihak lapas/rutan dalam memberikan kontribusi pembinaan keagamaan. Meskipun di sisi lain, optimalisasi pembinaan keagamaan belum berjalan secara maksimal, karena sinergisitas antara Menhumkam dan Kementerian Agama (penyuluh Agama) terjadi kevakuman sejak tahun 2008 s/d 2009, sehingga, pemenuhan pembinaan keagamaan terhadap warga binaan pemasyarakatan lapas Bulukumba dan rutan Bantaeng sangat terbatas. Keberhasilan suatu pembinaan keagamaan di lapas/rutan, apabila didukung oleh pengelola yang memiliki SDM berdasar bidang keilmuan, pemenuhan sarana dan prasaranah (wadah dan reverensi), serta konsistensi jadwal dan pengelola pada pelaksanaan.


Keywords


Pembinaan Keagamaan, Anak, Lapas, dan Rutan

Full Text:

PDF

References


DAFTAR PUSTAKA

Abdul Mujib,et. al. 2006.“Ilmu Pendidikan Islam”.Jakarta: Kencana, 2006, Cet. 1

Armai Arief, 2002. “Pengantar Ilmu dan Metodologi Pendidikan Islam”,Jakarta: Ciputat Pres,Cet. 1

A. Mangunhardjana, 1991. “Pembinaan: Arti dan Metodenya”,Yogyakarta:

Kanisius, Cet. 3,

A. Nasir, Sahilun, 1999. Ilmu Dakwah. Jember: STAIN Press

Bambang Poernomo, 1986. “Pelaksanaan Pidana Penjara dengan Sistem Pemasyarakatan”.Yogyakarta: Liberty, 1986, Cet. 1

Balai Penelitian Lektur Keagamaan, 1995. Laporan Hasil Penelitian “Pola Pembinaan Kehidupan Keagamaan Terhadap Narapidana Diberbagai Lembaga Pemasyarakatan”.Makassar. Eksekutif Summary.

Bonger, W.A. 1977.Pengantar Tentang Kriminologi, Diperbaharui oleh G. Th. Kempe, diterjemahkan oleh R.A. Koesnoen, Cet. IV. Jakarta. Ghalia Indonesia.

Darwan Print. 2003.Hukum Anak Indonesia. Bandung:PT. Citra Aditya Bakti. Hlm.58

Gultom Muidin, 2008. Perbandingan Hukum Terhadap Anak Dalam Sistim Peradilan Pidana Anak di Indonesia, Refika Aditama, Jakarta.

Gunakaya, A.Widiada. (1988). Sejarah Dan Konsepsi Pemasyarakatan. Bandung: Armico.

Graham.P. 1983.Children in Danger. Monograph Workshop on behavioral and Mental Health Aspects of Primary Health Care with particular emphasis on Maternal and Child Health, WHO/PAHO, Washington, D.C

Hasan Alwi, 2002. “ KamusBahasa Indonesia”. Jakarta: Balai Pustaka. Cet. 2.

Hellen. 2002. Bimbingan Dan Konseling, Jakarta: Ciputat Press.

Ike Ismawati, 2006. “Pelaksanaan Bimbingan Rohani Islam bagi Remaja Nakal dalam Perspektif Konseling Islam (Studi Kasus di Lembaga Pemasyarakatan Anak Wanita Tangerang)”, Skripsi Fakultas Dakwah IAIN Walisongo Semarang, (Semarang: Perpustakaan Fakultas Dakwah IAIN Walisongo Semarang)

Jalaluddin, 1996. Psikologi Agama. Pengaruh Pendidikan Terhadap Jiwa Keagamaan. Jakarta. PT. Raja Grafindo Persada

Jalaluddin Rahmat, 2004. “Psikologi Agama”, Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.

Jansen, L.C. 1985. Adolescence. Theories, Research, Applications, St. Paul San Fransisco: West Publishing Co.

Juwarti, 2004. “Problemaika Pembinaan Agama Islam dan Cara Mengatasinya di Lembaga Pemasyarakatan Wanita Tangerang”, Skripsi Fakultas Tarbiyah IAIN Walisongo Semarang, (Semarang: Perpustakaan Fakultas Tarbiyah IAIN Walisongo Semarang)

Kartadinata, Sunaryo, 1998. Bimbingan di Sekolah Dasar. Bandung. Maulana

Kafie, Jamaluddin, 1993, Psikologi Dakwah. Surabaya: Indah Press

Kementerian Agama, 1989, Al-Qur’an Terjemah. Jakarta. Grafindo

Khoirul Umam dan A. Achyar Aminudin, 1998. Bimbingan Dan Penyuluhan. Bandung. CV. Pustaka Setia.

Lexy J. Moleong, 2011. Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: PT. Rosdakarya

Marsha-Wiggins, Frame. 2003. Integrating Religion and Spritualy into Counseling. Canada:Brooks/Cole

Muhammad Daud Ali, 2000. “Pendidikan Agama Islam”, Jakarta: PT Raja Grafindo Persada, Cet. 3,

Muhammad Quraisy Syihab, et. Al, 2005. “.Al Qur’an dan Terjemahannya” ,Bandung: CV. Penerbit Diponegoro, Cet. 10

Natawidjaja, Rochman. 1987. Pendekatan-pendekatan Penyuluhan Kelompok. Bandung. Diponegoro

Petrus Irwan Panjaitan dan Pandapotan Simonangkis, 1995. “Lembaga Pemasyarakatan Dalam Perspektif Sistem Peradilan Pidana”. Jakarta: Pustaka Sinar Harapan,Cet. 1

---------, Pasal 1 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 12 Tahun 1995 Tentang Pemasyarakatan, Redaksi Sinar Grafika

Prayitno dan Amti, Erman. 2003. Dasar-dasar Bimbingan dan Konseling. Jakarta. Depdikbud

Thoyib I. M. dan Sugiyanto, 2002. “Islam dan Pranata Sosial Kemasyarakatan”, Bandung: PT Remaja Rosdakarya, Cet. 1

Topo dan Eva, 2005.Faktor Pemicu Perkembangan Kriminologi, Jakarta. PT. RajaGrafindo Persada.

Undang-undang Nomor 11 Tahun 2012, tentang Sistem Peradilan Anak

Undang-undang Nomor 23 Tahun 2012, tentang Perlindungan Anak Dalam Rangka Meningkatkan Efektifitas Penyelenggaraan Perlindungan Anak

Undang Undang No 12 tahun 1995, Pemasyarakatan

Uswatun Khasanah, 2005. “Pola Pembinaan Moral Keagamaan Narapidana di LP Wanita Semarang”, Skripsi Fakultas Ushuluddin IAIN Walisongo Semarang, (Semarang: Perpustakaan Fakultas Ushuluddin IAIN Walisongo Semarang).

Yusuf S dan Nurihsan J, 2009.Landasan Bimbingan dan Konseling. Bandung. PT. Remaja Rosdakarya.




DOI: http://dx.doi.org/10.32729/edukasi.v1i1.56

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


© Copyright CC-BY- SA.

 p-ISSN:1693-6418, e-ISSN: 2580-247X  

 Creative Commons License

Indexed by:

  Open Archives Initiative  Find in a library with WorldCat