Implementing Punishment In Building Characters of Students at Pondok Pesantren DDI Mangkoso

Muhammad Alqadri Burga

Abstract


Abstract

This research discusses implying punishment by teachers as an effort of character building for students such as honesty, discipline, and responsibility at Pondok Pesantren DDI Mangkoso with three focus problems, namely: 1) the form of the implementation of punishment in building characters of students; 2) the variety of obstacles to the implementation of punishment in building characters of the students and their solutions, and 3) the results of the implementation of punishment in building characters of students. This research was qualitative research by using pedagogy, psychology, juridical, and theological normative approaches. Sources of data have consisted of various level ages of respondents at the pesantren such as chairman, teachers, students, and students’ parents. Data were collected through observation, interviews, and documentation. Result of this research shows that forms of punishment consist of admonition, assigning assignments, psychic, and physical chastisement. Obstacles in applying the punishment are Child Protection Acts, environmental problems, and teacher’s creativities. Furthermore, a physical chastisement will be more optimum in students’ character building if it is supported collaboration between teachers and student’s parents.

Abstrak

Penelitian ini menganalisis penerapan hukuman oleh guru sebagai upaya pembinaan karakter jujur, disiplin, dan tanggung jawab santri pada Pondok Pesantren DDI Mangkoso, dengan tiga fokus masalah, yaitu: 1) bentuk penerapan hukuman dalam pembinaan karakter santri; 2) ragam hambatan penerapan hukuman dalam pembinaan karakter santri beserta solusinya, dan 3) hasil penerapan hukuman dalam pembinaan karakter santri. Jenis penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan pedagogik, psikologis, yuridis, dan normatif teologis. Sumber data terdiri atas informan-informan dari berbagai unsur Pondok Pesantren DDI Mangkoso, yaitu: pimpinan, guru, santri, dan orang tua santri. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk hukuman yang diterapkan adalah teguran, pemberian tugas, hukuman psikis, dan hukuman fisik; hambatan-hambatannya adalah Undang-undang Perlindungan Anak, problem lingkungan, dan kreativitas guru; dan hukuman fisik lebih optimal dalam pembinaan karakter santri bila didukung oleh kerja sama yang baik dengan orang tua santri.


Keywords


Character building; Pesantren; Punishment; Hukuman; Pembinaan karakter

Full Text:

PDF

References


Abu Dawud, S. (2000). Sunan Abī Dāwud. Damascus: Dar al-Fikr.

Alang, S. (2011). Kesehatan Mental. Makassar: Alauddin University Press.

Alfiah, A. (2016). Problematika Penerapan Pendidikan Karakter di Pondok Pesantren Kota Pekanbaru. Potensia: Jurnal Kependidikan Islam, 2(1), 105–132. http://dx.doi.org/10.24014/potensia.v2i1.2534

Baehr, J. (2017). The Varieties of Character and Some Implications for Character Education. Journal of Youth and Adolescence, 46(6), 1153–1161. https://doi.org/10.1007/s10964-017-0654-z

Bafadhol, I. (2017). Sanksi dan Penghargaan dalam Pendidikan Islam. Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam, 4(8), 1118–1129. http://dx.doi.org/10.30868/ei.v4i08.81

Burga, M. A. (2019). Hakikat Manusia Sebagai Makhluk Pedagogik. Al-Musannif, 1(1), 19–31.

Creswell, J. W. (2017). Qualitative Inquiry and Research Design: Choosing Among Five Approaches. California: Sage publications Inc.

Durkheim, E. (2014). The Division of Labor in Society. New York: Simon and Schuster.

Faiqoh, F., & Mahfudh, S. (2015). Model Pembentukan Karakter Religius Santri Tahfidz Al-Qur’an di Pondok Pesantren Mathali’ul Huda Pusat Kajen Pati. Edukasi: Jurnal Penelitian Pendidikan Agama dan Keagamaan, 13(3), 80–95. http://dx.doi.org/10.32729/edukasi.v13i1.235

Furchan, A. (2003). Pengantar Penelitian dalam Pendidikan. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Hasan, M. S., & Rusydiana, H. (2018). Penerapan Sanksi Edukatif dalam Peningkatan Kedisiplinan Peserta Didik di MTs Semesta Kedungmaling Sooko Mojokerto. Cendekia: Jurnal Studi Keislaman, 4(2), 151–178.

Hasibuan, M. S. (2007). Manajemen Sumber Daya Manusia. Jakarta: Bumi Aksara.

Huberman, M., & Miles, M. B. (2002). The Qualitative Researcher’s Companion. California: Sage publications Inc.

Hurlock, E. B. (2001). Developmental Psychology. New York: Tata McGraw-Hill Education.

Kaelan, H. (2012). Metode Penelitian Kualitatif Interdisipliner. Yogyakarta: Paradigma.

Kartono, K. (1992). Pengantar Mendidik Teoritis: Apakah Pendidikan Masih Diperlukan. Bandung: Bandar Maju.

Kementerian Pendidikan Nasional. (2010). Pengembangan Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa. Jakarta: Badan Penelitian dan Pengembangan Pusat Kurikulum dan Perbukuan.

Khan, Y. (2010). Pendidikan Karakter Berbasis Potensi Diri. Yogyakarta: Pelangi Publishing.

Majid, A., & Andayani, D. (2011). Pendidikan Karakter Perspektif Islam. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Novianti, N. (2017). Teaching Character Education to College Students Using Bildungsromans. International Journal of Instruction, 10(4). https://doi.org/10.12973/iji.2017.10415a

Popham, W. J., & Baker, E. L. (1970). Establishing Instructional Goals. New Jersey: Prentice Hall.

Purwato, M. N. (2007). Ilmu Pendidikan Teoritis dan Praktis. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Republik Indonesia. (2002). Undang-undang Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. Jakarta: Kementerian Pemberdayaan Perempuan, Republik Indonesia.

Roestiyah, N. K. (1982). Didaktik Metodik. Jakarta, Indonesia: Bina Aksara.

Salmiati, S., & Septiawansyah, R. (2019). Peranan Administrasi Pendidikan dalam Meningkatkan Profesionalisme Guru Pendidikan Agama Islam (PAI) pada MTs DDI Cilellang, Kabupaten Barru. Al-Musannif, 1(1), 47–64.

Schaefer, C. E. (1978). How to Influence Children: A Handbook of Practical Parenting Skills. New York: Van Nostrand Reinhold Company.

Skiba, R. J., Michael, R. S., Nardo, A. C., & Peterson, R. L. (2002). The Color of Discipline: Sources of Racial and Gender Disproportionality in School Punishment. The Urban Review, 34(4), 317–342. https://doi.org/10.1023/A:1021320817372

Soekanto, S. (1993). Kamus Sosiologi. Jakarta: RajaGrafindo Persada.

Sugiyono. (2012). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.

Suparlan, M. (2006). Guru Sebagai Profesi. Yogyakarta: Hikayat Publising.

Ulwan, A. N. (1981). Tarbiyyah al-Awlād fī al-Islām. Beirut: Dar al-Salam.

Yaumi, M. (2014). Pendidikan Karakter: Landasan, Pilar, dan Implementasi. Jakarta: Prenadamedia Group.




DOI: http://dx.doi.org/10.32729/edukasi.v17i2.582

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


 Creative Commons License

Indexed by:

        Open Archives Initiative