PENGEMBANGAN KURIKULUM PENDIDIKAN DINIYAH FORMAL (PDF) DI PESANTREN ULYA ZAINUL HASAN PROBOLINGGO

Saridudin Saridudin

Abstract


Abstract

This study aims to determine the curriculum development model such as what was developed by PDF Ulya Zainul Hasan Genggong, East Java Province. This research is qualitative research with a case study approach. Data collection is done by observation, interview, and document search. This research resulted in the finding that PDF Ulya Zainul Hasan succeeded in developing his curriculum not only in mastering the yellow book and religious experts (mutafaqquh fiddin) but oriented towards the development of life skills. Some life skills activities developed include computer engineering, jenazah management training, cooperatives, pencak silat, marawis and hadrah art. Besides, several extracurricular activities were also developed, including the bahsul massail group, Arabic language guidance, khitobah guidance, and Hajj ritual training. This success is supported by several factors such as the context of the PDF policy, the input of santri and ustad, the learning process and the PDF output that can give color to the social life of pesantren and the community. This research suggests that related educational institutions continue to socialize PDF on a massive scale through various channels, including the Ministry of Religious Affairs, the Ministry of Education, Islamic boarding schools, and the general public, so that PDF gets wider recognition and creates a positive brand image about Formal Diniyah Education.

 

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui model pengembangan kurikulum seperti apa yang dikembangkan Pendidikan Diniyah Formal (PDF) Ulya Zainul Hasan Genggong Provinsi Jawa Timur. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara dan penelusuran dokumen. Penelitian ini menghasilkan temuan bahwa PDF Ulya Zainul Hasan berhasil mengembangkan kurikulumnya tidak hanya dalam penguasaan kitab kuning dan ahli agama (mutafaqquh fiddin) tapi diorientasikan pada pengembangan life skills. Beberapa kegiatan life skills yang dikembangkan di antaranya teknik komputer, training pengurusan jenazah, koperasi, pencak silat, marawis dan seni hadrah. Selain itu juga dikembangkan beberapa kegiatan ekstrakurikuler antara lain kelompok bahsul masail, bimbingan bahasa arab, bimbingan khitobah, dan pelatihan manasik haji. Keberhasilan ini didukung beberapa faktor seperti konteks kebijakan PDF, input santri dan ustadz, proses pembelajaran dan output PDF yang mampu memberikan warna bagi kehidupan sosial pesantren dan masyarakat. Penelitian ini menyarankan agar lembaga pendidikan terkait terus mensosialisasikan PDF secara masif melalui berbagai jalur baik Kementerian Agama, Kementerian Pendidikan, pondok pesantren, maupun masyarakat umum, sehingga PDF mendapat rekognisi yang lebih luas dan tercipta brand image yang positif tentang Pendidikan Diniyah Formal.

Keywords


Curriculum development; Formal diniyah education; Life skills; Pendidikan diniyah formal; Pengembangan kurikulum

Full Text:

PDF

References


Bahri, Samsul.(2018). Pengembangan Kurikulum Berbasis Multikulturalisme Di Indonesia (Landasan Filosofis Dan Psikologis Pengembangan Kurikulum Berbasis Multikulturalisme), Jurnal Ilmiah Didaktika Vol. 19, NO. 1, Agustus 2018 VOL. 19, NO. 1, 69-88.

Busthomi, Yazidul.(2019). Pengembangan dan Evaluasi Kurikulum Pendidikan Di Pondok Pesantren Desa Ganjaran Gondanglegi Malang. Jurnal Pendidikan Islam An-Naba. Volume 5 No. 2, 1 September 2019, 217–234.

Dewi, R., & Limbong, J. (2018). Manajemen Pendidikan Diniah Formal, 23–29. Madrasa: Journal of Islamic Educational Management VOL.1, 2018, 023-029.

Dokumen Kurikulum Pendidikan Diniyah Formal (PDF) Ulya Zainul Hasan Genggong Probolinggo Jawa Timur, Tahun Pelajaran 1439/1440 H (2018/2019).

Dudin, Achmad. (2019). Evaluasi Penyelenggaraan Pendidikan Diniyah Formal (PDF) Pesantren Darussalamciamis Jawa Barat, Journal Dialog Vol. 42, No.2, Des 2019.

Genggong. (2018).Https://www.pzhgenggong.or.id/latar-belakang (Diakses Rabu, 27 Maret 2019, jam 20.25.

Hamalik, Oemar. (2010). Manajemen Pengembangan Kurikulum. Bandung : Remaja Rosdakarya.

Hasan, Hamid. (2009). Evaluasi Kurikulum. Bandung : Remaja Rosdakarya.

Hidayat, Ahmad Wahyu. (2020). Studi Kebijakan Pengembangan Kurikulum Pendidikan Agama Islam Model Kurikulum 2013. Al-Murabbi, Jurnal Studi Kependidikan dan Keislaman, Vol. 6 No.2 (2020) : Januari 2020.

Indonesia.(2005).Undang-undang Guru dan Dosen No 14 tahun 2005. Indonesia.

Istiyani, Dwi.(2017). Tantangan dan Eksistensi Madrasah Diniyah sebagai Entitas Kelembagaan Pendidikan Keagamaan Islam di Indonesia. Edukasia Islamika Jurnal Pendidikan Islam Vol. 2 No. 1, Juni 2017, hlm. 127-145 P-ISSN: 2548-723X; E-ISSN: 2548-5822

Kemenag. (2014).Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Islam No. 5839 tahun 2014 tentang Pedoman Pendirian Pendidikan Diniyah Formal. Indonesia

Kemenag. (2014). PMA No 13 Tahun 2014 Tentang Pendidikan Keagamaan Islam. Indonesia.

Mualim, R., Anshori, A., & Ali, M. (2019). Implementasi Kurikulum 2013 Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam di SMP Negeri 1 Wonogiri dan SMP Negeri 1 Surakarta Tahun 2019, Profetika Jurnal Studi Islam, Vol. 20, No. 2, Desember 2019: 196-204.

Oliva, Peter F. & Gordon, William II. 2012. Developing The Curriculum, 8th Edition. New Jersey: Pearson Education, Inc.

Sahri, K. Ikhsan dan Hidayah, Lailatul. (2020). Kesetaraan Gender di Pesantren NU: Sebuah Telaah atas single sex Classroom di Pendidikan Diniyah Formal Ulya Pondok Pesantren Al Fithrah Surabaya. JNUS: Journal of Nahdlatul Ulama Studies, Vol. 1, No. 1, Januari 2020: 67-105.

Salim, Agus.(2019). Kurikulum Dalam Perspektif Filsafat Pendidikan Islam. Jurnal EduTech Vol. 5 No. 2 September 2019

Sanjaya, Wina. (2008). Perencanaan dan Desain Sistem Pembelajaran. Jakarta: Kencana.

Sanjaya, Wina. 2010. Kurikulum dan Pembelajaran. Jakarta : Prenada Media Group.

Suroso. (2017). Manajemen Pembelajaran Pendidikan Diniyah Formal (PDF) Tingkat Wustho Pondok Pesantren Assalafi Al Fitrah Surabaya Suroso. Adabiyah Jurnal Pendidikan Islam, Volume 2 Nomor 2, Desember 2017 73 - 106, https://doi.org/10.21070/ja.v2i1.1237

Suyanto. (2016). Manajemen penjenjangan pendidikan diniyah formal pada pesantren di kota bengkulu, 69–77. An-Nizom Journal | Vol. I, No. 2, Agustus 2016.

Syamsudin. (2018). Mengembangkan Kemandirian Belajar Siswa Pendidikan Diniyah Formal (PDF) Wustha Al Fithrah Surabaya Menggunakan Model Pembelajaran Berdasarkan Masalah. Jurnal Tarbawi.Vol. 7 No.1, September 2018, doi: https://doi.org/10.36781/tarbawi.v7i1.2974

Syukron, Ahmad. (2020). Kurikulum Pendidikan Diniyah Formal Dalam Pondok Pesantren. Masters Thesis, Universitas Negeri Semarang.

Taufik, Ahmad. (2019). Pengembangan Kurikulum Pendidikan Islam. Journal el-Ghiroh. Vol. XVII, No. 02. September 2019

Wahid, Abd. (2016). Pendidikan Diniyah Formal Wajah Baru Pendidikan Pesantren Untuk Kaderisasi Ulama. Syaikhuna Jurnal Pendidikan dan Pranata Islam Volume 7 Nomor 2 Oktober 2016.

Wibisono, Yogi. (2019). Pengembangan Dan Implementasi Kurikulum Ismuba Di Smp Muhmammadiyah Pakem Sleman Yogyakarata, Journal At-Tajdid: Vol. 03 No. 02 Juli-Desember 2019, 167–179.

Wibowo, A. M. dkk.(2018). Kaderisasi Ulama Toleran melalui Pendidikan Diniyah Formal pada Pesantren Salafiyah di Jawa Tengah dan Jawa Timur. Semarang : Kementerian Agama RI, Balai Litbang Agama Semarang.




DOI: http://dx.doi.org/10.32729/edukasi.v18i1.690

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


 Creative Commons License

Indexed by:

           Open Archives Initiative