Pola Asuh Pendidikan Pesantren Terhadap Perkembangan Afektif Anak di Pondok Pesantren Al Qohhariyah Kabupaten Bogor

Bakti Toni Endaryono, Qowaid Qowaid, Robihudin Robihudin

Abstract


Abstract

Education in pesantren is generally carried out in a dormitory that lives and stays for 24 hours, under the main guidance of the Kiai or the head of the pesantren. It is necessary to understand the parenting patterns of children in the pesantren so that the conditions and affective development of children are created as expected by parents who submit their children to study at the pesantren. This study aims to understand the parenting style of pesantren education on children's affective development. This study used a qualitative method with a case study approach. The data collection technique is done by interview, observation, and document review. The results showed that the boarding school's education parenting towards children's affective development was manifested through the cultivation of santri discipline, cultivation of independence, cultivation of an awareness of the importance of society, habituation of conducting book studies, developing talents and interests, and giving sanctions to students who violate the discipline. This finding reinforces the opinion that pesantren have played a role in educating people's lives. It is suggested that this parenting style be studied more widely and deeply so that it can then be applied to other pesantren.

 

Abstrak

Pendidikan di pesantren umumnya dilaksanakan dalam suatu asrama yang hidup dan tinggal selama 24 jam, di bawah bimbingan utama kiai atau pimpinan pondok pesantren. Diperlukan pemahaman pola pengasuhan anak di pesantren sehingga tercipta kondisi dan perkembangan afektif anak sesuai yang diharapkan oleh orang tua yang menyerahkan anaknya belajar di pesantren. Penelitian ini bertujuan untuk memahami pola asuh pendidikan pesantren terhadap perkembangam afektif anak. Dalam penelitian ini digunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Teknik pemgumpulan data dilakukan dengan wawancara, observasi dan telaah dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola asuh pendidikan pesantren terhadap perkembangan afektif anak terwujud melalui penanaman disiplin santri, penanaman kemandirian, penanaman  sikap sadar akan pentingnya bermasyarakat, pembiasaan melakukan kajian kitab, pengembangan bakat dan minat, serta  pemberian  sangsi terhadap santri yang melanggar tata tertib. Temuan ini menguatkan pendapat bahwa pesantren telah berperan dalam mencerdaskan kehidupan masyarakat. Oleh karena itu disarankan agar pola asuh tersebut dikaji lebih luas dan mendalam untuk kemudian dapat diterapkan pada pesantren lainnya.


Keywords


Parenting pattern; Education; Child affective development; Islamic Boarding school; Pola asuh; Pendidikan; Perkembangan afektif anak; Pesantren

Full Text:

PDF

References


Azra, Azyumardi (2001) Pendidikan Islam: Tradisi dan Modernisasi Menuju Milenium Baru. Jakarta: Logos Wacana Ilmu dan Pemikiran.

Astrea, N. (2019) Peran Teman Sebaya Dalam Perkembangan Afektif Siswa Kelas IV SDN Banyudono 1 Ngariboyo Magetan. (Doctoral dissertation, IAIN Ponorogo).

Basri, Hasan (2013) Landasan Pendidikan. Bandung: Pustaka Setia.

Bukhori, Umar (2011) Ilmu pendidikan Islam. Jakarta: Bumi Aksara.

Cialdini, Robert B. (2005) Psikologi Persuasif Merekayasa Kepatuhan. Jakarta: Kencana.

Daulay (2004) Pendidikan Islam dalam Perspektif Filsafat. Jakarta: Kencana.

Departemen Agama RI. (2003) Pondok Pesantren dan Madrasah Diniyah. Jakarta: Depag RI. Di

Dianwinarti (2012) Perkembangan afektif anak. https://diianwinarti.wordpress.com/ 2012/11/26/ perkembangan, (Dikutip tanggal 16 Mei 2020)

Gunarsa, dan Ny.Y.Singgih Singgih (19910, Psikologi Remaja. Jakarta: GunungMulia

Horton dan Hunt (1991) Sosiologi. Jakarta: Erlangga.

Hasan, Langgulung (2003) Asas-asas Pendidikan Islam. Jakarta: Pustaka AlHusna.

Madjid, Nurcholish (1983) “Merumuskan Kembali Tujuan Pendidikan Pesantren”, dalam M Dawam Rahardjo (Ed): Pergulatan Dunia Pesantren, Membangun Dari Bawah. Jakarta: P3M.

Mastuhu (1994) Dinamika Sistem Pendidikan Pesantren. Jakarta: INIS.

Monty P. Satiadarma and Fidelis E. Waruwu (2003) Mendidik Kecerdasan Pedoman Bagi Orang Tua Dan Guru Dalam Mendidik Anak. Jakarta: Media Grafik.

Muhaimin dkk. (2001) Paradigma Pendidikan Islam. Upaya Mengefektifkan Pendidikan Agama Islam di Sekolah. Jakarta: PT Remaja Rosdakarya.

Nurhidayati, A., & Sunarsih, E. S. (2013). Peningkatan Hasil Belajar Ranah Afektif melalui Pembelajaran Model Motivasional. Jurnal Ilmiah Pendidikan Teknik dan Kejuruan, 6(2).

Olivia Femi (2007) Membantu Anak Mempunyai Ingatan Super. Jakarta: PT. Gramedia.

Qowaid (2017) “Penyelenggaraan Pendidikan Agama Islam Terpadu pada Sekolah Menengah Islam Nur Hidayah Surakarta”. Dialog: Jurnal Penelitian dan Kajian Keagamaan. 40 (2).

Qowaid (2019) Diversifikasi Pondok Pesantren. Jakarta: PT Pesagimandiri Perkasa.

Rahmat, Jalaluddin (2011) Psikologi Komunikasi. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

Rakhmawati (2013) Pola Pengasuhan Santri di Pondok Pesantren dalam Mengantisipasi Radikalisme Jurnal Diskursus Islam Volume 1 Nomor 1, April 2013 hal 42. Tersedia pada: http://repositori.uin-alauddin.ac.id/id/eprint/703 (Diakses Pada: 12 Desember 2019)

Santoso, Thomas (2002) Teori-teori Kekerasan. Jakarta: Ghalia Indonesia.

Sarwono, Wirawan Sarlito (1982) Menuju Keluarga Bahagia. Jakarta: BatharaKarya.

Soerjono, Soekanto (1986) Sosiologi Suatu Pengantar. Jakarta: CV Rajawali.

Soekamto. (1999) Kepemimpinan Kiyai Dalam Pesantren. Jakarta: LP3ES.

Sugiyono (2011) Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D. Bandung: Afabeta

Sunarti dkk. (1989) Pola Pengasuhan Anak. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan

Sunarto dan Hartono, Agung (2008) Perkembangan Peserta Didik. Jakarta: Rineka Cipta.

Sunarto dan Ny. B. Agung Hartono (2008) Perkembangan Peserta Didik. Jakarta: Rineka Cipta.

Tafsir, Ahmad (2000) Ilmu Pendidikan dalam Perspektif Islam. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Thoha, Chabib (1996) Kapita Selekta Pendidikan Islam. Yogyakarta: Pustaka Pelajar Offset.

Tilaar, H.A.R. (1999) Pendidikan, Kebudayaan, dan Masyarakat Madani Indonesia. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2019 Tentang Pesantren.

Wahidmurni. (2008). Penilaian Tindakan Kelas dari teori menuju Praktik. Malang: UM PRESS.

Wahid, Abdurrahman (1983) ”Pesantren Sebagai Subkultur”. Dalam M. Dawam Rahardjo (Ed): Pesantren dan Pembaharuan.




DOI: http://dx.doi.org/10.32729/edukasi.v18i3.785

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


 Creative Commons License

Indexed by:

           Open Archives Initiative