IMPLEMENTASI NILAI-NILAI PENDIDIKAN ISLAM MULTIKULTURAL DALAM TRADISI KENDURI NIKAH DI DESA BARUMANIS

Dewi Purnama Sari, Sutarto Sutarto

Abstract


Abstract

This paper aims to reveal the values of multicultural Islamic education which are implemented in the tradition of the feast on marriage in Barumanis village, Rejang Lebong Regency, Bengkulu Province. This research is qualitative research with a phenomenological approach. The research informants consisted of community leaders, traditional leaders, and religious leaders in Barumanis village. The data collection techniques used are passive participation observation and unstructured interviews. To check the validity of the data, the technique of extension of observations and triangulation of sources and data were used. Data analysis using the Miles and Huberman model. The results showed that the values of multicultural Islamic education that are implemented in the wedding festival tradition are, first, democratic values, which include freedom of expression, adherence to manners, and the existence of equal rights. Second, humanistic values, which include mutual respect, respect, and mutual assistance between one another in diversity. Third, pluralistic value, which includes public awareness of diversity in differences and tolerance. The values of multicultural Islamic education can become the glue of the unity of the Barumanis village community so that harmony and peace are formed in diversity.

Abstrak

Tulisan ini bertujuan untuk mengungkapkan nilai-nilai pendidikan Islam multikultural yang diimplementasikan dalam tradisi kenduri nikah di desa Barumanis Kabupaten Rejang Lebong Provinsi Bengkulu. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologis. Informan penelitian terdiri tokoh masyarakat, tokoh adat dan tokoh agama desa Barumanis. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi passive participation dan wawancara tidak terstruktur. Untuk mengecek keabsahan data digunakan teknik perpanjangan pengamatan dan triangulasi sumber dan data. Analisis data menggunakan model Miles and Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai-nilai pendidikan Islam multikultural yang diimplementasikan dalam tradisi kenduri nikah adalah pertama, nilai demokratis, yang mencakup adanya kebebasan mengemukakan pendapat, adanya kepatuhan terhadap tata krama dan adanya persamaan hak. Kedua, nilai humanistik, yang meliputi adanya sikap saling menghormati, menghargai dan saling membantu antar sesama dalam keragaman. Ketiga, nilai pluralistik, mencakup adanya kesadaran masyarakat tentang keragaman dalam perbedaan dan toleransi. Nilai-nilai pendidikan Islam multikultural ini mampu menjadi perekat kesatuan masyarakat desa Barumanis, sehingga terbentuk kerukunan dan kedamaian dalam keragaman. 


Keywords


Values; Multicultural Islamic Education; The tradition of festivity marriage; Nilai-nilai; Pendidikan Islam multikultural; Tradisi kenduri nikah

Full Text:

PDF

References


Abidin, A. A. (2018). Pluralisme Agama dan Implementasi Pendidikan Multikultural dalam Mewujudkan Konsep Masyarakat Madani di Indonesia. Proceedings of Annual Conference for Muslim Scholars, Series 2, 937–948.

Abuddin Nata. (2016). Ilmu Pendidikan Islam. Kencana.

Adisusilo, S. (2013). Pembelajaran Nilai-nilai Karakter. Rajawali Press.

Ahsantudhoni, A. (2019). Paradigma Multikulturalisme dan Pengembangan Kurikulum PAI. MIYAH: Jurnal Studi Islam, 14(12), 1–13.

Al Munawwar, S. A. H. (2011). Aktualisasi Nilai-nilai Qurani dalam Sistem Pendidikan Islam. Ciputat Perss.

Alam, M. (2018). Studi Penerapan Pendidikan Agama Islam Berbasis Multikultural di Institut Agama Islam negeri (IAIN) Kerinci. Tadrib, 4(2), 319–334.

Aly, A. (2011). Pendidikan Islam Multikultural di Pesantren, Telaah terhadap Kurikulum Pondok Pesantren Modern Islam Assalaam Surakarta. Pustaka Pelajar.

Aly, A. (2017). Studi Deskriptif Tentang Nilai-Nilai Multikultural dalam Pendidikan di Pondok Pesantren Modern Islam Assalaam. Jurnal Ilmiah Pesantren, 1(1 Januari).

Amalia, R. (2016). Penerapan Konseling Eksistensial Humanistik Berbasis Nilai Budaya Minangkabau dalam Kesetaraan Gender untuk Meningkatkan Self Esteem Pada Remaja Putri. Jurnal Bimbingan dan Konseling Ar-Rahman, 2(2), 9–16.

Arifin, Z. (2011). Pendidikan Multikultural-Religius untuk Mewujudkan Karakter Peserta Didik yang Humanis-Religius. Jurnal Pendidikan Islam, 1(1), 89–103.

Azizah, L, & Azhar, P. (2016). Islam di Tengah Masyarakat Multikultural Indonesia (Studi Atas Konsep Multikultural Abdul aziz Sachedina). TOLERANSI: Media Ilmiah Komunikasi Umat Beragama, 7(1), 70–88.

Baharun, H, & Awwaliyah, R. (2017). Pendidikan Multikultural dalam Menanggulangi Narasi Islamisme di Indonesia. Jurnal Pendidikan Agama Islam (Journal of Islamic Education Studies), 5(2), 224–243.

Bastari. (2019). Wawancara dengan Bastari, 05 Oktober 2019.

Bukhori, I. (2018). Nilai-Nilai Pendidikan Multikultural dalam Mata Pelajaran Aswaja dan ke-NU-an Siswa SMP/MTs. At-Ta’lim: Jurnal Pendidikan, 4(1), 35–56.

Dana, M. A. (2020). At-Tarbiyah Sebagai Konsep Pendidikan dalam Islam. INOVATIF: Jurnal Penelitian Pendidikan, Agama dan Kebudayaan, 6(1), 88–104.

Darajat, Z. (2012). Dasar-dasar Agama Islam. Bulan Bintang.

Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. (2014). Kamus Besar Bahasa Indonesia. Balai Pustaka.

Elly.M, Setiadi, & dkk. (2011). Ilmu Sosial Budaya Dasar. Kencana Persada Media.

H.A.R, Tilaar. (2012). Perubahan Sosial dan Pendidikan: Pengantar Pedagogik Transformatif untuk Indonesia. Grasindo.

Hasanah, A. (2018). Sprit Pluralisme Dalam Konstruktur Karakter Bangsa Indonesia (Sebuah Pendekatan Sosio-Historis Pada Konsep Nation State). Al-Risalah, 11(01), 1–19.

Holilah, M. (2016). Kearifan ekologis budaya lokal masyarakat adat cigugur sebagai sumber belajar IPS. Jurnal Pendidikan Ilmu Sosial, 24(2), 163–178.

Irawan, I, & Hermawan, D. (2019). Konseptual Model Pendidikan Demokratis Perspektif Pendidikan Islam. Ta’dib: Jurnal Pendidikan Islam, 8(2), 626–631.

Ismail, F. (2016). Islam, Pluralisme dan Kerukunan Hidup Antar Umat Beragama di Indonesia. UNISIA, 33, 58–68.

Jamhuri, M. (2018). Humanisme sebagai Nilai Pendekatan yang Efektif dalam Pembelajaran dan Bersikap, Perspektif M ultikulturalisme di Universitas Yudharta Pasuruan. AL MURABBI, 3(2), 317–334.

Kahija, Y. L. (2017). Penelitain Fenomenologi Jalan Memehami Pengalaman Hidup. Kasinus.

Kusniyati, H, & Sitanggang, N. S. P. (2016). Aplikasi Edukasi Budaya Toba Samosir Berbasis Android. Jurnal Teknik Informatika, 9(1).

Machsun, T. (2017). Pembaruan Pendidikan Agama Islam di Madrasah. EL-BANAT: Jurnal Pemikiran dan Pendidikan Islam, 7(1), 151–165.

Maksum, A. (2015). Model Pendidikan Toleransi di Pesantren Modern dan Salaf. Jurnal Pendidikan Agama Islam : Journal of Islamic Education Studies, 3(1), 81–108.

Malla, H. A. B. (2017). Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Berbasis Multikultural Humanistik dalam Membentuk Budaya Toleransi Peserta Didik di SMA Negeri Model Madani Palu, Sulawesi Tengah. INFERENSI: Jurnal Penelitian Sosial Keagamaan, 1191), 163–186.

Manser, H, & Martin, H. (2011). Oxford Learner’s Pocket Dictionary. Oxford University Perss.

Masgnud. (2010). Pendidikan Multikultural: Pemikiran dan Upaya Implementasinya. Idea Press.

Moleong, L. J. (2014). Metode Penelitian Kualitatif. Remaja Rosdakarya.

Mulyana, R. (2011). Mengartikulasikan Pendidikan Nilai. Alfabeta.

Nazir, Moh. (2015). Metode Penelitian. Ghalia Indonesia.

Nur, M. (2019). Nilai-nilai Pendidikan Agama Islam dalam Konsep Pendidikan Multikultural. el-Buhuth: Borneo Journal of Islamic Studies, 2(1), 1–7.

Pettalongi, S. S. (2013). Islam dan Pendidikan Humanis dalam Resolusi Konflik Sosial. Cakrawala Pendidikan, 2, 95–142.

Pransiska, T. (2020). Model Pendidikan Multikultural di Panti Asuhan Mizan Amanah Yogyakarta: Prototip Pendidikan Ramah Anak. EDUKASI: Jurnal Penelitian Pendidikan Agama dan Keagamaan, 18(1), 70-83.

Prasisko, Y. G. (2019). Bemokrasi Indonesia dalam Masyarakat Multikultural. Waskita: Jurnal Pendidikan Nilai dan Pembangunan Karakter, 3(1), 1–12.

Pulungan, K. S. (2019). Hukum Memberi Karangan Bunga pada Walimatul Ur’s (Studi terhadap Pandangan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kab. Rokan Hulu). HUKUMAH: Jurnal Hukum Islam, 2(2), 51–69.

Tim Penyusun. (2018). Profil desa Barumanis Kecamatan Bermanu Ulu Kabupaten Rejang LebongProvinsi Bengkulu

Ramayulis. (2016). Ilmu Pendidikan Islam. Kalam Mulia.

Rodin, R. (2013). Tradisi Tahlilan dan Yasinan. IBDA: Jurnal Kajian Islam dan Budaya, 11(1), 76–87.

Rofiq, A, & Muqfy, H. (2019). ., &. (2019). Analisis Pendidikan Islam Multikultural sebagai Pemersatu Bangsa. , 1(1), 134-147. MANAGERE: Indonesian Journal of Educational Management, 1(1), 134–147.

Rois, A. (2013). Pendidikan Islam multikultural: Telaah Pemikiran Muhammad Amin Abdullah. Epistemé: Jurnal Pengembangan Ilmu Keislaman, 8(2), 301–322.

Sali, M. (2019). Wawncara cengan M.Sali, 03 Oktober.

Saring. (2019). Wawancara dengan Saring, 03 Oktpber.

Saepudin, J. (2019). Pendidikan Agama Islam Pada Sekolah Berbasis Pesantren: Studi Kasus Pada SMP Al Muttaqin Kota Tasikmalaya. Edukasi, 17(2), 294537.

Setiawan, A, & Sulistiani, I. R. (2019). Pendidikan Nilai, Budaya Dan Karakter Dalam Pembelajaran Matematika Dasar Pada SD/MI. Elementerls: Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Islam, 1(1), 41–56.

Shihab, M. Q. (2013). Tafsir Al Quran Al Karim: tafsir atas Surat-surat Pendek Berdasarkan Urutan Turunnya Wahyu. Pustaka Hidayah.

Siswayanti, N. (2018). Mengenal Masjid Nahdliyin dalam Peranan Masjid Jami Kajen. Jurnal Bimas Islam, 11(2), 277–300.

Suacana, I. W. G. (2015). Nilai-nilai dan Parameter Demokrasi dalam Kehidupan Masyarakat Bali. Jurnal Kajian Bali (Journal of Bali Studies), 5(1).

Sudirman, M. (2019). Tradisi Mappasikarawa dalam Pernikahan Adat Bugis. Ash Shahabah, 5(1), 9–100.

Sugiono. (2018). Metode Penelitian Pendidikan: Pendekatan Kuantitatif, Kualitatig dan R & D. Alfabeta.

Suhendroyono, S, & Novitasari, R. (2016). Pengelolaan Wisata Alam Watu Payung sebagai Ikon Wisata Berbasis Budaya di Gunungkidul Yogyakarta. Kepariwisataan: Jurnal Ilmiah, 10(1).

Sukardi, J. S, Hanum, F, Dwiningrum, S. I. A, & Efianingrum, A. (2019). Cultural Understanding of the Students for Multicultural Education in the University. KnE Social Sciences, 358–366.

Sumarno. (2019). Wawancara dengan Sumarno, 04 Oktober.

Supriadi, S. (2017). Pendidikan Islam Multikultural (Tantangan dan Relevansinya di Indonesia). ITTIHAD, 13(23), 1–14.

Suripto, S. (2018). Revitalisasi Islamic Education Epistemology. EDUKASI: Jurnal Pendidikan Islam, 6(2), 125–136.

Suryana, Yaya, & Rusdiana H. A. (2015). Pendidikan Multikultural, Konsep, Prinsip dan Implementasi. Pustaka Setia.

Suyono. (2019). Wawancara dengan Suyono, 06 Oktober.

Tafsir, A. (2011). Ilmu pendidikan dalam perspektif Islam. Remaja Rosdakarya.

Thohiri, M. K. (2018). Tradisi Pesantren Salafiyah dan Modern dalam Konteks Deradikalisasi. In Proceedings of Annual Conference for Muslim Scholars, Series 2, 629–642.

Tumisem. (2019). Wawancara dengan Tumisem, 06 Oktober.

Warsito. (2019). Wawancara dengan Warsito, 07 Oktober.

Wibowo, A. M. (2018). Multikulturalisme Peserta Didik Muslim di Yogyakarta. Edukasi, 16(1), 294617.

Wojciechowska, M. (2016). Reviews: Piotr Sztompka,“Social capital. Interpersonal space theory”, Cracovian publisher Znak, Kraków 2016, pp. 384. Political Preferences, (13), 184–186.




DOI: http://dx.doi.org/10.32729/edukasi.v19i1.829

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


 Creative Commons License

Indexed by:

           Open Archives Initiative