PELAYANAN PENDIDIKAN KEAGAMAAN PADA KOMUNITAS ANAK JALANAN KOTA MEDAN

Main Article Content

Faiqoh Faiqoh

Abstract

AbstractEvery citizen has the right to education. There is no difference between one citizen and another. Citizens with physical, emotional, mental, intellectual and / or social disorders shall be entitled to special services. Ideally, street children get education access both general education and religious education. However, it is still unknown how street children acquire adequate education, especially religious education. Using a case study, this paper is intended to explore how religious education services are provided to street children in Medan.AbstrakSetiap warga berhak menda­pat Pen­di­dik­an. Tidak ada perbedaan antara satu warga negara de­ngan warga negara lainnya. Warga negara yang mem­pu­nyai kelainan fisik, emosional, mental,intelektual dan/atau so­si­al berhak memperoleh layanan khusus. Idealnya anak jalanan menda­pat pemenuhan Pen­di­dik­an baik Pen­di­dik­an umum maupun Pen­di­dik­an ke­aga­ma­an. Namun, masih belum diketahui bagaimana anak jalanan memperoleh Pen­di­dik­an secara memadai, terlebih lagi Pen­di­dik­an ke­aga­ma­an. De­ngan menggunakan studi kasus, tulisan ini ingin menggali bagaimana pelayanan Pen­di­dik­an ke­aga­ma­an diberikan kepada anak jalanan kota Medan.

Article Details

How to Cite
Faiqoh, F. (2012). PELAYANAN PENDIDIKAN KEAGAMAAN PADA KOMUNITAS ANAK JALANAN KOTA MEDAN. EDUKASI: Jurnal Penelitian Pendidikan Agama Dan Keagamaan, 10(1). https://doi.org/10.32729/edukasi.v10i1.151
Section
Articles